Showing posts with label mimpi. Show all posts
Showing posts with label mimpi. Show all posts

Sunday, 30 June 2013

mozaik hidup yang baru

Mozaik hidup, satu persatu, perlahan tapi pasti, mulai menunjukkan kepingan kisahnya.
Kisah-kisah mengejutkan, selalu Allah hadiahkan dalam perjalanan ini. Seringkali sungguh-sungguh unbelievable. Bersamaan dengan itu selalu aku bertanya, akan ada kejutan apa lagi di depan?

___
Perjalanan pulang dari Padang, Sumatera Barat. Sebentar lagi menginjakkan kaki di tanah sunda. Pengalaman yang menyenangkan. :D


Tuesday, 16 October 2012

Go Abroad #3

H-14 menuju korea..
serius nih sendirian?? Ya, aku sudah membekali diri dengan informasi yang bisa kudapatkan. Tapi rasanya tegang sekali, membayangkan kalau aku akan seorang diri di perjalanan udara yang cukup lama.. hoah! menegangkan sangat!!

H-13 tida-tiba mendapat kabar, bahwa ada seniorku angkatan 2007 yang akan ikut ke korea juga dan ia akan menemaniku naik Airasia! huaaaa, Alhamdulillah... Ada temeeen...
Beryukur banget akhirnya ada temen di pesawat. Ah, setidaknya aku agak tenang. Terimakasih ya Rabb...  dan di H-7 aku mendapat kabar bahwa ada 1 orang lagi yang akan pergi bersama kami. Dan dia sudah biasa traveling ke luar negeri. Aaah, semakin tenang rasanya.. Alhamdulillah ya Rabb..

Aku pikir, keteganganku akan berhenti pada titik tadi. Tapi ternyata salah. H-4, aku baru manyadari bahwa ongkosku untuk di Korea kurang. Baru ada 2 juta dan itupun sebagian terpakai untuk persiapan berangkat. Ah, panik lagi. Cari-cari dana.. hubungin sana, hubungin sisni.. Dan kembali bertawakal. Dan  tiba-tiba saja banyak pihak yang memberiku bekal. Kakek dari bapak, Nenek dari Ibu, Teteh mentorku, dan ibu wali asramaku.. Ah, Ya Rabb... Terimakasih... Pertolongan itu datang lagi.. dari celah-celah yang tak terduga.. Dan Akhirnya, semuanya bisa aku atur. H-2, aku tukarkan uangku kedalam won. Jumlahnya jadi sekitar 340.000 won. Entah itu cukup tau tidak. Sebetulnya itu jumlah yang sangat pas menurut informasi dari banyak orang tentang biaya hidup di korea selama sekitar 8 hari.

Tanggal 3 Oktober. Akhirnya, untuk pertama kalinya aku pergi meninggalkan tanah air terncinta. Pergi ke sebuah negeri yang berada di utara indonesia. Cukup jauh, perjalanannya membuthkan waktu sekitar 7-8 jam.

Tanggal 4 Oktober, inilah twit pertamaku saat menginjakkan kaki di negara boys and girl band itu,
"Seoul Yo!!!"





Seandainya mimpi itu tak pernah ada, mungkin kenyataan ini juga belum terjadi sekarang.
Sungguh, memang benar kata Imam Syahid Hasan Al- Banna.
Kenyataan Hari ini adalah mimpi Hari Kemarin. Dan Kenyataan esok adalah Mimpi Hari ini.

Dan aku tak akan pernah ragu untuk terus bermimpi. 
Dan berusaha untuk merajutnya dalam kenyataan hari-hariku.



Go Abroad #2

"Naisuuuu!!! Ayo2 kita beli tiket pesawat!"
Saat itu rombongan kami mengejar paket perjalanan garuda, namun syaratnya harus berdua. Ketika akan membeli tiket, aku tersadar bahwa pasporku belum selesai! Libur lebaran, membuat waktu pembuatannya menjadi lebih lama. Maka aku harus menunda pemesanan tiketku hingga paspor selesai.

Rencana meleset. Temanku yang tadi akan menjadi pasanganku membeli tiket, ternyata diminta olleh orangtuanya untuk segera membeli tiket karena khawatir harganya akan semakin mahal jika ditunda. Akhirnya ia membeli tiket. Dan aku kehilangan partner tiketku.

Ah, ini membingungkan sekali. Saat biaya telah tersedia, paspor selesai, aku malah dihadapkan dengan tiket pesawat yang masih belum jelas. Aku mengonsultasikan masalah ini pada Kaprodi ku yang juga ikut dalam perjalanan ini. Dan akhirnya, beliau bilang aku bisa membeli tiket bersama anaknya. Alhamdulillah, kalau begitu saya coba cek ke kantor garuda, apakah paket promosinya masih ada, karena kabarnya tinggal sedikit kursinya. Saat itu, saya harus ikut silaturahim keluarga dulu sebelum ke kantor maskapai tersebut. Siang hari, saya baru ke kantor untuk menanyakan. Alhamdulillah masih ada. Paket promosinya masih tersedia. Segera saya telpon dosen kaprodi untuk mengabarkan ini dan mendaftarkan namaku dan nama anaknya. Sayang seribu sayang, ternyata baru saja ia membelikan tiket untuk anaknya, karena beliau khawatir paketnya sudah habis, dan kabar saya terlalu siang.

Duh, Ya Rabb.. Ada apa ini.. Mengapa begitu sulit? Apakah ini pertanda bahwa aku harus menunda kepergianku? Saat itu aku hanya bisa pasrah, sambil terus mencari teman yang bisa diajak dan mencari tiket murah menuju korea dengan maskapai lain.

Waktu berlalu, dan tak ada lagi yang berminat pergi ke korea. Tahu kah? angka 75%itu akhirnya merosot tajam. Pada akhirnya yang berangkat ke Korea hanya 4 orang dari angkatanku. Dan aku yang tidak punya uang ini menjadi salat satunya!

Hufth.. Bismillah.. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi dengan maskapai lain yang lebih murah. It means, aku berpisah dengan rombongan, dan pergi sendiri menuju korea. Sesungguhnya, Ibu tidak mau aku mengambil keputusan ini. Tapi tak ada jalan lain, akhirnya beliaupun mengijinkan. Pasrah.. Sungguh pasrah.. Karena ini kali pertama aku ke luar negeri, bahkan ini kali pertama aku naik pesawat dan memasuki bandara..

Oh Rabb. Aku hanya bisa berdo'a semoga perjalananku ini lancar dan dimudakan...



Go Abroad #1

Rasanya waktu itu tak begitu sungguh-sungguh berucap,
"pokonya sebelum lulus S1 harus udah pernah ke luar negeri ah!"

Ya, itu hanya celotehan mimpi dari idealisme seorang anak manusia. Mimpi, karena faktanya kata-kata itu memang lebih realistis digolongkan ke dalam mimpi, bukan cita-cita. Bayangkan saja, aku siapa, punya uang dari mana? Jauh memang, tapi toh bermimpi bukanlah sebuah kesalahan.

3 Bulan yang lalu, tiba-tiba orang-orang disibukkan dengan pendaftaran tiket ke Korea. Ada sebuah Kongres Internasional ttg Tekstil, Kostum dan Budaya. Hampir 75 % dari teman-teman seangkatanku mendaftar. Menyetorkan nama lengkap dan nomor paspor mereka. Aku bertanya, berapa biaya kesana? 12 juta katanya minimal, dan itu dibayar masing-masing. Tanpa sponsor, tidak seperti teman-teman dari fakultas lain yang begitu gencar danus saat ada rencana studi banding ke luar negeri. Jujur, saat itu aku sakit hati. Sakit sekali, sampai mataku berkaca-kaca dan hampir meneteskannya. Jahat sekali, jika yang bisa belajar lebih hanyalah orang-orang berduit saja.

Suatu hari, seorang teman bertanya padaku perihal korea ini. Aku bilang, "Ga ikut, ga ada uang juga". Saat itu dia yang memutuskan untuk ikut membujukku. "Ayolah ikut aja, kita cari sponsor aja sendiri, aku juga ga ada uang, tapi sama beberapa yang lain, kita mau nyari sponsor. Hasri ikut aja.". Hmm.. Aku bingung, dilema sekali. Akhirnya aku pun meminta masukan pada orang-orang yang pernah kesana. Pada seniorku, pada wali asramaku, dan pada orang tuaku. Anehnya, semua bilang "Ikut aja!", termasuk orangtuaku. Ya, meski saat itu ibu bilang, "Ya sok aja, kalo ada uangnya mah.", dengan nada bercanda tanpa keyakinan.

Hmm, ikut ya. Kalau cari sponsor boleh deh! Akhirnya sejak saat itu aku meniatkan akan ikut ke korea. Entah bagaimana caranya.

Waktu berlalu, teman-temanku mulai terlupa dengan agenda korea ini. Kami mulai fokus pada tugas-tugas dan liburan. Karena saat itu menjelang libur semster sekaligus libur lebaran. Semua orang nyaris lupa. Tapi aku teringat, ke luar negeri butuh paspor dan itu pengerjaannya membutuhkan waktu. Maka aku memutuskan untuk membuat paspor, sebagai langkah awal ikhtiarku.

Proposal belum juga dibuat, padahal waktunya sudah tinggal 2 bulan lagi. Aku mulai khawatir, akhirnya aku mencoba untuk mencari sponsor sendiri dulu. Karena yang kutau, biasanya sponsor tidak bisa membiayai penuh, maka kita pasti teteap mengeluarkan uang pribadi. Sadar bahwa aku tak punya sedikitpun untuk itu, maka kupikir, penting mempersiapkan untukku dulu. Maka kucoba untuk mengajukannya ke kantor tempat aku magang saat ini.

Satu bulan berselang, namun kabar sponsor belum juga ada, pun dari kantor tempatku magang. Aku pasrah.  Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan langkah terakhir, menemui ketua YPM Salman untuk menceritakan perihal ini. Saat itu beliau memintaku untuk menemui beberapa divisi di Salman. Dan di hari itu juga, akhirnya aku mendapatkan kepastian akan ada yang membantuku membiyai perjalanan ke korea ini!!! Dengan syarat tentunya. But finally, AKU BISA PERGI!!!

Saat itu juga aku kabari temanku, "Dil, insyaallah asri ikut ke korea!!! :)"


Thursday, 22 December 2011

Fashion Show

Bismillah..

Wohoo..
untuk pertama kalinya, fashion show karya sendiri. setelah kemarin melihat baju2 yang atas nama Barli, hehe. Cupu gt kita, apalagi pas tiba2 disuruh naek panggung! haha, pada kucel lagi.. yah, Meskipun fashionshow nya cukup biasa, tapi buat asri ini tetep pelajaran besar.

ya,karena
Langkah besar itu dimulai dari Langkah-langkah kecil.

Semoga ini adalah awal dari langkah kecil yang asri lakukan. hehe..

Menjadi solusi meskipun kecil, itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun.

Followers