Showing posts with label Resume Buku. Show all posts
Showing posts with label Resume Buku. Show all posts

Thursday, 23 October 2014

Wonderful Family #prolog

Bismillah
Ingin berbagi sedikit dari sebuah buku hadiah pernikahan kami, "Wonderful Family" yang ditulis oleh Cahyadi Takariawan. Banyak ilmu dan manfaat yang kami dapat, sehingga kami ingin berbagi kebermanfataan ini untuk yang lain. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita sebuah keluarga yang bahagia dan mampu menyejukkan hati kita, karena kita menikah untuk bahagia. :)

-------------------------------------------

.: Catatan Pendahuluan :.

Memasuki Wonderful Family

Anda pernah berkendaraan menempuh jarak yang jauh? Apa saja pengalaman yang anda dapatkan sepanjang jalan?

Saya bersama istri dan anak-anak pernah menghadiri undangan Seminar Keluarga Bahagia di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, dengan menggunakan mobil milik teman. Saya menyetir mobil, berangkat dari rumah kami di Bantul, Yogyakarta pukul 12.30 WIB. Dari Yogyakarta kami melewati Magelang,kemudia sampai Secang ambil jursan Temanggng, Parakan, lalu melalui jalan pintas ke Sukorejo, tembus di Weleri dan melalui jalu Pantura hinga tiba di Pekalogan. Sekitar pukul 20.00 kami tiba di Pekalongan.

Saat pulang kami menempuh jalan ang berbeda, lewat jalur selatan. Dari Kajen, menuju purbalingga, Klampok, Kebumen, Purworejo dan sampailah kembali ke Jogja. Perjalanan yang melelahkan, namun mengasyikkan.

Dari rangkaian perjalanan panjang tersebut, di beberapa titik tertentu terjadi kemacetan lalu lintas. Kami harus berjalan sangat pelan, atau bahkan berhenti untuk waktu yang cukup lama karena egah ada kemacetan. Kami menemukan pula suasana 'kemelut' di beberapa titik perjalanan. Antrian mobil, bus, ruk dan motor yang sangat panjang, rupanya di ujung depan ada truk gandeng penuh muatan yang berjalan sangat lamban. Jalan cukup sempit, hanya cukup untuk mobil di jalur kiri dan kanan yang berpapasan arah. Karena sulit mendahului truk gandeng itu, terbentuklah antrian panjang yang berjalan sangat lambat.

Pada titik kemelut perjalanan seperti itukami merasa ingin segera melalui. Denga berbagai cara, akhirnya kami berhasil melalui ruk gandeng tersebut dengan aman.Harus sangat berhati-hati dan penuh perhitungan untuk melewati truk gandeng tersebut. Selain jalan yang sempit, lalu lintas dari dua arah juga cukup padat. Ditambah lagi dengan jalan yang penuh belokan, berliku-liku. 

Lega sekali rasanya berhasil keluar dari kemelut perjalanan. Yang semula berjalan sangat pelan dan lambat, sekarang bisa menginjak gas dengan penuh kecepatan. Rasanya kamimemimpin perjalanan, serasa jalan milik kami sendiri.Namun itu tidak berlangsung lama. Di titik tertentu kami menjumpai kemelut lagi. Tampak di depan kami rangkaian panjang mobil, bus dan truk yang berjalan sangat pelan. Di ujung paling depan ada truk kontainer yang berjalan sangat pelan. 

Kembali kami melewati kemelut perjalanan. Harusmelambatkan perjalanan sesuai kondisi lalu lintas yang padat merayap. Cukup lama berada di belakang antrian panjang kendaraan tersebut, namun alhamdulillah akhirnya bisa juga kami melampaui hambatan. Lega sekali kami berhasil melewati truk kontainer yang menyebabkan terhambatnya perjalanan. Kami berada di depan dan memimpin perjalanan. Tidak ada ganggunan berarti di depan kami. 

Begitulah kami menikmati perjalanan panjang, sesekali waktu bertemu kemacetan, sesekali waktu bertemu kemelut, sesekali waktu  bertemu ruang yang melegakan. Usai melewati sebuah kemacetan, hati terasa senang. Namun tidak begitu lama kami menemukan kemelut. Berhasil melampaui kemelut hati terasa senang, namun ternyata di depan berjumpa kembali dengan kemelut yang lain. Begitu seterusnya sepanjang perjalanan. Banyak kejadian yang terekam dan menghiasi catatan indahnya perjalanan.


Nikmati saja kemelut perjalanannya
Demikianpula hidup berumah tangga. Pada awalnya lancar saja. Namun di tengah perjalanan kehidupan keluarga, sesekali waktu bertemu kemelut, bahkan kemacetan. Lega sekali jika kita mampu menghadapi sebuah kemelut, dan berharap tidak akan menemuinya lagi. Namun perjalanan belum selesai. Di depan bisa dijumpai kemacetan, di hadapan bisa dijumpai kemelut lagi. Bahkan bisa jadi ada jalan yang ditutup dan harus dialihkan ke jalan alteratif.

Menghadapi kehidupan keluarga harus bersiap diri dengan kemelut yang berulang, bersiap dengan kemacetanyang terjadi beberapa kali. Jangan dikira keluar dari kemelut itu artinya sudah tidak ada kemelut lagi berikutnya. Jalan masih panjang, berbagai peristiwa kehidupan masih akan sangat mungkin dijumpai. Peristiwa dalam kehidupan keluarga seringkali merupakan pengulangan-pengulangan kejadian dalam bentuk yang agak sedikit berbeda. Kadang kita merasa sebuah permasalahansudah diselesaikan, ternyata pada lain kesempatan masih muncul dalam pola yang hampir sama atau sedikit saja bedanya.

Dalam kisah perjalanan tersebut, saya sebagai sopir dan isti sebagai pendamping sopir, harus saling berkordinasi dengan baik. Jika pendamping terlalu cerewet dan emosional, justru akan berdampak negatif terhadap sopir. Ia bisa kehilangan konsentrasi karena terbawa emosi, sehingga membawa mobil ke arah yang salah.Jika sopir tidak berhati-hati, akan bisa menyebabkan bahaya bagi semua penumpang yang ada di dalam mobil. Sopir harus menjaga, merawat, dan mengemudi dengan penuh perhatian dan kelembutan, agar semua penumpang bisa merasa nyaman. Jika berhenti mendadak, semua penumpang akan kaget dan bahkan bisa terpental. JIka melaju terlalu kencang, penumpang bisa ketakutan dan muntah-muntah.

Untuk penumpang yang mudah mabuk, sebaiknya minumobat anti mabuk sebelum berangkat. Artinya, semua persiapan harus dilakukan dengan cermat agar perjalanan bisa lancar tanpa gangguan. Surat Izin Mengemudi (SIM) harus dimiliki oleh sopir untuk menjadi jaminan bahwa ia memang layak dan pantas mengemudi mobil. Kendati tidak ada Surat Izin Menikah (SIM) dari KUA, namun hakikat perlunya ilmu pengetahuan untuk mengarungi kehidupan rumah tangga jelas diperlukan oleh suami maupun istri.

Jika persiapan telah dirancang dengan matang, perjalanan akan lebih lancar dilakukan. Rute yang pasti telah dimiliki, kemampuan sopir tidak diragukan lagi, pendamping melaksanakan peran dengan hati-hati, penumpang yang mudah diajak kompromi, dan kondisi mobil yang prima akan menjadi jaminan perjalanan yang menyenangkan. Apapun kondisi jalan, tidak akanmengkhawatirkan. Perjalanan akan terasa menyenangkan walau bertemu banyak kemelut dan kemacetan.

Demikianlah yang saya maksudkan dengan Wonderful Family.

-----------------------------------------------

" Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram (sakinah) kepadanya dan dijadika-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah).Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. "
(QS. Ar-Rum:21)


Sunday, 22 December 2013

Pesona Kematangan

Chemistry yang biasanya mempengaruhi hubungan cinta antara laki-laki dan wanita sebenarnya hanya menegaskan satu fakta : ketika cinta yang genuine bertemu dengan motif lain dalam diri manusia, dalam hal ini hasrat atau syahwat biologis, hubungan cinta antara laki-laki dan wanita memasuki wilayah yang sangat rumit dan kompleks. Banyak fakta yang tidak bisa dipahami dalam perspektif norma cinta yang lazim. Lebih banyak lagi kejutan yang lahir di ruang ketidakterdugaan. Namun itu tidak menghalangi kita menemukan fakta yang lebih besar : bahwa dengan memandang itu sebagai pengcualian-pengecualian, seperti dalam kasus Muawiyah bin Abi Sufyan dengan gadis badui yang tidak dapat mencintainya, kekuatan cinta sesungguhnya tetap dan selalu mengejawantah pada kematangan kepribadian kita. Misalnya cinta antara Utsman bin Affan dan istrinya, Naila.

Para pencinta sejati tidak memancarkan pesonanya dari ketampanan atau kecantikannya, atau kekuasaan dan kekayaanya, atau popularitas dan pengaruhnya. Pesona mereka memancar dari kematangan mereka. Mereka mencintai maka mereka memberi. Mereka kuat. Tapi kekuatan mereka menjadi sumber keteduhan jiwa oprang-orang yang dicintainya. Mereka berisi dan sangat independen. Tapi mereka tetap merasa membutuhkan oranglain, dan percaya bahwa hanya melalui mereka ia bisa bertumbuh dan bahwa pada orang-orang itulah pemberian mereka menemukan konteksnya. Kebutuhan mereka kepada oranglain bukan sebentuk ketergantungan. Tapi lahir dari kesadaran mendalam tentang keterbatasan manusia dan keniscayaan interdependensi manusia.

Pesona inilah yang dipancarkan Khadijah pada Muhammad. Maka selisih umur tidak sanggup menghalangi pesona Khadijah menembus jiwa Muhammad. Pesona kematangan itu pula yang membuat beliau enggan menikah lagi bahkan setelah khadijah wafat. "Siapa lagi yang bisa menggantikan Khadijah?" tanya Rasulullah SAW. Tapi bisakah kiita membayangkan pertemuan dua pesona? Pesona kematangan dan pesona kecantikan serta pesona kecerdasan? Pesona itulah yang dimiliki Aisyah : muda, cantik, innocent, cerdas dan matang dini. Dahsyat, pasti! Pesonanya pesona. Disini semua pesona menyatu padu : seperti goresan pelangi di langit kehidupan Sang Nabi. Dua perempuan terhormat dari suku Quraisy itu mengisi kehidupan pribadi Sang Nabi pada dua babak yang berbeda. Khadijah hadir pada periode paling sulit di Mekkah. Aisyah hadir pada periode pertumbuhan yang rumit di Madinah. Khadijah mengawali kehidupan kenabiannya. Tapi di pangkuan Aisyahlah ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah menyelesaikan misi kenabiannya.

Dalam jiwa Sang Nabi ada dua cinta yang berbeda pada kedua perempuan terhormat itu. Ketika beliau ditanya tentang orang yang paling ia cintai, ia menjawab Aisyah! Tapi ketika beliau ditanya tentang cintanya pada Khadijah, ia menjawab; "cinta itu dikaruniakan Allah padaku". Cintanya pada Aisyah adalah bauran dari pesona kematangan dan kecantikan yang melahirkan syahwat. Maka Ummu Salamah berkata, "Rasulullah SAW tidak bisa 'menahan' diri kalau bertemu Aisyah". Tapi cintanya pada Khadijah adalah jawaban jiwa atas pesona kematangan Khadijah: cinta itu dikirim Allah melalui kematangan Khadijah.

--Anis Matta, Serial Cinta, Pesona Kematangan--


Pesona kematangan, itulah mungkin yang bisa menjawab pertanyaan para penonton tentang mengapa Si Kaya dengan Si Miskin, Si Cantik dengan Si Buruk Rupa, Si Tampan dengan Si Buruk Rupa atau yang Muda dengan yang Tua, atau seaneh apapun peristiwa cinta di muka bumi ini. Pesona kematangan, yang merubah kekaguman menjadi sebuah kata bernama 'cinta'.


Thursday, 28 November 2013

Aura Kehidupan

Jika cinta menyerupai air pada beberapa tabiat dasarnya, maka sifat utama air yang melekat padanya adalah fakta bahwa air adalah sumber kehidupan. Jika cinta adalah gagasan tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih baik, dan tindakan utamanya adalah memberi untuk menumbuhkan, maka kekuatan pesona utama seorang pencinta adalah aura kehidupan yang memancar dari dalam dirinya.

Aura kehidupan. Ya, aura kehidupan. Ia membuat orang-orang di sekelilingnya merasakan denyut nadi kehidupan, merasakan hamparan keindahan hidup, merasakan alasan tentang mengapa mereka hidup dan harus melanjutkan hidup, merasakan alasan untuk bertumbuh demi merakit pemaknaan tiada henti terhadap kehidupan. Ia, intinya, membuat orang-orang di sekeliling merasa hidup. Sebab ia menebar benih kehidupan di ladang hati mereka. 

Aura kehidupan. Ya, aura kehidupan. Sebab ia hidup. Dan hidup itu nyata pada setiap jengkal tubuhnya, pada setiap detak jantungnya, pada setiap hembusan nafasnya, pada setiap langkah kakinya, pada setiap uluran tangannya, pada setiap kedipan matanya, pada setiap kata dan suaranya. Gagasannya seluruhnya adalah tentang kehidupan yang lebih baik. Niat seluruhnya adalah penumbuhan yang membuat hidup lebih baik.

Aura kehidupan. Ya, aura kehidupan. Sebab ia memiliki dan menggabung tiga pesona utama para pencinta; pesona raga, pesona jiwa, dan pesona ruh. Ketiga pesona itu terbingkai rapih pada sebuah "akar besar" yang menerangi kehidupannya dan kehidupan orang-orang di sekitarnya. 

Maka mendekat-dekatlah padanya, niscaya engkau kan merasakan betapa air kehidupan serasa mengalir pada setiap sudut jiwa dan ragamu. Maka tataplah matanya, niscaya engkau akan merasakan gairah kehidupan yang memberimu semangat baru untuk terus hidup, terus melanjutkan hidup. Maka dengarkanlah kata-katanya, maka engkau kan merasakan betapa engkau layak dan pantas mendapat kehidupan yang berkualitas, kehidupan yang lebih baik. Dan jika Tuhan mengijinkan engkau merasakan sentuhannya, niscaya engkau kan merasakan betapa air kehidupan mendidih dalam tubuhnya. Dan jika Tuhan memperkenananmu hidup berlama-lama dengannya, niscaya engkau kan merasakan betapa perlindungan dan penumbuhannnya membuatmu terengkuh dalam rasa aman dan nyaman.

Engkau bahkan tidak pernah begitu yakin tentang pesona apa yang pertama kali menawanmu. Apakah kulit hitam yang tak dapat menyembunyikan cahaya matanya? Atau ketegasan sikap yang tidak dapat merahasiakan kebajikan hatinya? Atau kelembutan bawaan yang yang tidak sanggup menutup-nutupi keberaniannya? Atau diam panjang yang tidak mampu menghalangi ilmu dan wawasannya? Atau badan kurus yang dijelaskan oleh puasa dan pengendalian dirinya? Atau? Tidak! Semua tampak menyatu dalam dirinya: ruhnya yang halus, jiwanya yang lembut, terbungkus dalam raganya yang kokoh, terangkai dalam perilaku yang terbimbing akal besarnya. Tapi itu semua ada dalam dirinya. Dan ketika ia keluar, ia hanya memancarkan satu hal : aura kehidupan. Dan itulah yang engkau rasakan dan yang mungkin sekali engkau ketahui asal muasal dan akarnya dalam dirinya. Dia bukan sebuah profil sempurna. Dia hanya sebuah kehendak yang lebih nyata. Dia bukan Nabi yang tak mungkin salah. Dia hanya sebuah tekad perbaikan berkesinambungan yang tak henti-henti. Dan itulah aura kehidupan: gairah yang tak pernah selesai. 

-Anis Matta, Serial Cinta, Aura Kehidupan-



--------------------


Wednesday, 6 November 2013

Cinta dan Produktivitas

Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya cinta adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang di batas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tak berbuah.

Bagian cinta yang pertama dan kedua, gagasan dan kemauan baik, biasanya terbentuk dari serangkaian penghayatan akan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan keagamaan tentang kehidupan dan hubungan antar manusia di dalamnya, hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan alam. Sedalam apa penghayatan itu dalam diri seorang pencinta, sedalam itu pula sumber energi cinta yang ada dalam dirinya.

Tapi bagian ketiga dari cinta, kemampuan, memerlukan latihan dan proses pembelajaran. Kalau kita mau memberi, kita harus belajar berlatih bagaimana memiliki. Kalau kita mau memperhatikan orang yang kita cintai, kita harus belajar dan berlatih untuk tidak membutuhkan perhatian orang lain. Kalau kita mau menumbuhkan sang kekasih, kita haru sbelajar dan berlatih bagaimana bertumbuh sendiri terlebih dahulu. Begitu seterusnya : memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi mengharuskan kita memiliki kemampuan pribadi untuk melakukan tindakan-tindakan produktif.

Membangun kemampuan mencintai berarti membangun kemampuan produktif dalam diri kita. Menjadi seorang pencinta sejati berarti menjadi seorang produktif yang selalu berorientasi bukan hanya pada proses, tapi juga terutama hasil akhir. Produktivitas adalah indikator kematangan seorang pencinta. Seorang pencinta yang tidak produktif adalah pohon rindang yang tidak berbuah.

--- Anis Matta, Serial Cinta, Membangun Kemampuan Mencintai---


Buku ini benar-benar membuka mata dan paradigma saya tentang sebuah kata bernama cinta. Ust. Anis Matta rasanya betul-betul bisa menyelami makna cinta ini dengan begitu dalam. Ini kali ke-dua saya membaca buku ini, tapi baru kali ini saya bisa memahami kata-kata beliau yang cukup tinggi.

Cinta dan produktivitas mungkin yang ingin Allah sampaikan pada kita. Tentang cinta seorang Rasul pada umatnya, cinta orangtua pada anaknya, cinta seorang suami pada istrinya, cinta seorang anak pada orangtuanya. Memang betul, ketika kita mencintai seseorang atau sekelompok orang, biasanya kita memiliki keinginan untuk selalu memberi pada yang kita cintai. Sesederhana memberi salam, menanyakan kabar, memberikan semangat, sesederhana itu.

Namun ketika cinta kita bertumbuh semakin besar, maka keinginan untuk memberi itu juga akan bertambah besar. Dari sanalah kemudian kita mengupayakan diri kita untuk bisa memberi banyak hal esar pada orang yang kita cintai. Energi itulah yang kemudian tumbuh menjadi semangat perubahan dalam diri kita, karena tak mungkin kita memberi tanpa kita belajar untuk memiliki.

Cinta memang bisa mentransformasikan manusia menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin itu juga yang Allah maksud dengan 'Lelaki baik untuk perempuan baik'. Seseorang yang mencintai seorang atau sekelompok orang yang baik, tentu ia akan berusaha untuk menjadi lebih baik, agar bisa memiliki standar baik yang minimal sama dengan orang atau sekelompok orang yang dicintainya.

Maka ketika kita memutuskan untuk mencintai, bersiaplah untuk bertransformasi menjadi manusia dengan produktifitas tinggi.


Tuesday, 5 November 2013

Pelajaran Cinta

Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai, lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu terbalas. Fakta ini mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.

Sebabnya sederhana saja. Cinta itu banyak macamnya. Ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan sejak awal. Cinta ini lahir dari misi yang suci, didorong oleh emosi kebajikan dan didukung dengan kemampuan memberi. Misalnya cinta para Nabi kepada umatnya, atau guru kepada muridnya, atau pemimpin kepada rakyatnya, atau ibu kepada anaknya. Jiwamu dan jiwa orang yang kamu cintai tidak mesti bersatu. Cinta ini sering tidak berbalas. Bahkan sering berkembang jadi permusuhan. Lihatlah bagaimana Nabi-nabi itu dimusuhi umatnya, atau para ibu yang ditelantarkan anak-anaknya di usia tua, atau pemimpin yang baik dibunuh rakyatnya, atau guru yang dilupakan murid-muridnya.

Inilah cinta yang paling luhur. Paling suci. Sebagian besar kebaikan yang kita saksikan salam kehidupan kita, bahkan dalam sejarah umat manusia, sebenarnya merupakan buah dari cinta yang lain. Ambillah contoh: 1,3 milyar umat islam saat ini adalah hasil perjuangan berdarah-darah sang Nabi beserta para sahabat-sahabatnya. Itu cinta misi.

Tapi ada jenis cinta yang lain. Cinta jiwa. Cinta ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. Jiwa yang sama atau berbeda tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai. Cinta ini lazim ada dalam hubungan persahabatan dan perkawinan atau keluarga. Cinta ini mengharuskan adanya respon yang sama: cinta tidak boleh bertepuk sebelah tangan di sini.

Ada cinta ketiga. Cinta maslahat. Cinta ini dipertemukan oleh kesamaan kepentingan. Mereka bisa berbeda watak atau misi. Tapi kepentingan mereka sama maka mereka saling mencintai. Misalnya hubungan baik yang lazim berkembang di dunia bisnis. Suara ramah dari penjawab telepon atau senyum manis seorang pramugari atau layanan sempurna seorang resepsionis hotel: semua berkembang dari kepentingan tapi efektif menciptakan kenyamanan jiwa (comfortability). Anda adalah bagian dari pekerjaannya. Bukan jiwanya. Anda adalah kepentingannya. Bukan jiwanya.

--- Anis Matta, Serial Cinta, Pelajaran Cinta ---

Cinta memang kata yang sulit didefinisikan atau justru kata yang memiliki banyak definisi. Dari buku Ust. Anis Matta ini ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil, tentang cinta.

Bagi siapapun yang sedang mengumpulkan batu bata untuk membangun sebuah rumah tangga, semoga cinta yang mendasari bangunan itu tak hanya sekedar cinta jiwa, cinta yang lahir dari sebuah kesenyawaan jiwa yang saling menggenapkan dan melahirkan sebuah ketenangan semata. Semoga cinta yang mendasari bangunan itu adalah sebuah 'Cinta Misi', cinta yang memiliki sebuah tujuan dan cita-cita agung di akhirnya. Cinta yang tak hanya mengharapkan kegenapan jiwa dan kepuasan biologis semata. Tapi ada sebuah cita-cita besar yang menjadi tujuan bersama dari bangunan tersebut. Cinta yang tak akan hilang meski cinta jiwa mengalami penurunan kualitas, jika suatu saat sebuah bencana menguji kualitas bangunan mereka. Cinta yang bisa menjadikan bangunan mereka adalah sebuah mesin peradaban, yang melahirkan agen-agen kebahagiaan untuk orang-orang disekitarnya.

Semoga memang bangunan itu akan terbentuk dari cinta yang berlandaskan misi yang agung, misi yang jauh kedepan dan dibutuhkan banyak 'bekal' untuk mencapainya. Bukan sekedar cinta jiwa, yang lahir dari persamaan dan kesegenapan. Bukan sekedar cinta jiwa yang lahir dari ketertarikan dan kenyamanan dua insan. Apalagi sekedar cinta maslahat, yang lahir hanya karena sebuah kepentingan semata, yang jika kepentingan itu tercapai maka selesailah sudah cintanya. 

Bagaimana menumbuhkan 'cinta misi' ini? Tentu kita harus  lebih banyak 'belajar' dan 'membaca' lagi..



Followers